Rabu, 16 Maret 2011
Rabu, 09 Maret 2011
Sabtu, 05 Maret 2011
Sejarah Museum Perumusan Proklamasi
Gedung ini didirikan sekitar tahun 1920 dengan arsitektur Eropa (Art Deco), dengan luas tanah 3.914 meter persegi dan luas bangunan 1.138 meter persegi. Pada tahun 1931, pemiliknya atas nama PT Asuransi Jiwasraya. Ketika pecah Perang Pasifik, gedung ini dipakai British Consul General sampai Jepang menduduki Indonesia.


3. Ruang Pengesahan Naskah Proklamasi
Ruang ini merupakan ruang pengesahan/penandatanganan naskah proklamasi. Konsep naskah proklamasi diutarakan oleh Soekarno kepada hadirin di ruang ini dan dibacakan secara perlahan-lahan, berulang-ulang, dan Beliau meminta persetujuan atas rumusan naskah proklamasi tersebut. Jawaban hadirin adalah setuju.
4. Ruang Pengetikan Naskah Proklamasi
Setelah persetujuan dari hadirin, Soekarno meminta agar Sayuti Melik (suami S.K.Trimurti) mengetik naskah proklamasi. Sayuti Melik mengetik naskah proklamasi di ruangan bawah tangga dengan ditemani oleh B.M.Diah.
Konsep naskah proklamasi diketik oleh Sayuti Melik dengan mengadakan perubahan tiga kata. 'Tempoh' menjadi 'tempo', kata-kata 'wakil-wakil bangsa Indonesia' berubah menjadi 'atas nama bangsa Indonesia', begitu juga dalam penulisan hari dan bulannya ('Djakarta, 17-8-05' menjadi 'Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05').

Setelah naskah proklamasi selesai diketik segera dibawa kembali ke ruang pengesahan/penandatanganan naskah proklamasi. Di ruang ini naskah proklamasi ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Peristiwa ini berlangsung menjelang waktu subuh, hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Setelah naskah proklamasi ditandatangani, dibicarakan mengenai tempat pembacaan naskah proklamasi dan atas pertimbangan keamanan maka Soekarno mengumumkan bahwa pembacaan naskah proklamasi diadakan di halaman depan rumah kediamannya, Jalan Pengangsaan Timur no.56 (sekarang Gedung Perintis Kemerdekaan, Jl.Proklamasi), pukul 10.00 WIB.
Note: Ribuan rakyat membanjiri Lapangan Ikada karena pamflet yang diedarkan para pemuda menyebutkan pembacaan proklamasi dan upacara bendera akan dilakukan di sana. Ketika mengetahui upacara dilakukan di kediaman Bung Karno, rakyat berbondong-bondong menuju Jl.Pegangsaan Timur, namun ternyata Proklamasi Kemerdekaan telah selesai.

PERISTIWA SEJARAH LAINNYA
Perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan secara fisik saja tetapi juga dengan cara diplomasi. Awal perjuangan diplomasi terjadi di gedung ini, yaitu pada 17 November 1945 diadakan pertemuan antara pihak Indonesia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir dan pihak Belanda yang dipimpin oleh H.J.Van Mook, sedangkan dari pihak Sekutu diwakili oleh Philip Christison.
Pada 7 Oktober 1946, atas jasa baik Inggris perundingan dilakukan lagi di gedung ini yaitu antara pihak Indonesia dan pihak Belanda. Pihak Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir dan pihak Belanda oleh Willem Schermerhorn, sedangkan sebagai penengahnya adalah Lord Killearn.
Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini menjadi tempat kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda, Kepala Kantor Penghubung antara Angkatan Laut dengan Angkatan Darat. Setelah kemerdekaan Indonesia 17 Agustus 1945, gedung ini tetap menjadi tempat kediaman Laksamana Muda Tadashi Maeda sampai Sekutu mendarat di Indonesia, September 1945. Setelah kekalahan Jepang gedung ini menjadi Markas Tentara Inggris.
Pemindahan status pemilikan gedung ini, terjadi dalam aksi nasionalisasi terhadap milik bangsa asing di Indonesia. Gedung ini diserahkan kepada Departemen Keuangan, dan pengelolaannya oleh Perusahaan Asuransi Jiwasraya.
Pada 1961, gedung ini dikontrak oleh Kedutaan Inggris sampai dengan 1981. Selanjutnya gedung ini diterima oleh Departemen Pendidikan dan Kebudayaan pada 28 Desember 1981. Tahun 1982, gedung ini sempat digunakan oleh Perpustakaan Nasional sebagai perkantoran.
Gedung ini menjadi sangat penting artinya bagi bangsa Indonesia karena pada 16-17 Agustus 1945 terjadi peristiwa sejarah, yaitu perumusan naskah proklamasi bangsa Indonesia. Oleh karena itu pada tahun 1984, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Prof.Nugroho Notosusanto, menginstruksikan kepada Direktorat Permuseuman agar merealisasikan gedung bersejarah ini menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.0476/1992 tanggal 24 November 1992, gedung yang terletak di Jalan Imam Bonjol No.1 ditetapkan sebagai Museum Perumusan Naskah Proklamasi, yaitu sebagai Unit Pelaksana Teknis di bidang kebudayaan dibawah Direktorat Jenderal Kebudayaan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

RUANG PENGESAHAN NASKAH PROKLAMASI
Ruang-ruang yang terdapat di Museum Perumusan Naskah Proklamasi sebagai berikut:
1. Ruang Pra-Proklamasi Naskah Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia
Ruang ini merupakan tempat peristiwa sejarah yang pertama dalam persiapan Perumusan Naskah Proklamasi. Setelah kembali dari Rengasdengklok tanggal 16 Agustus 1945, pukul 22.00 WIB (sekitar pukul 23.00 menurut kesaksian Shigetada Nishijima; juru bicara dan staf Pusat Penyelidikan Ekonomi dan Politik yang diketuai oleh Laksamana Tadeshi Maeda), Ir.Soekarno, Drs.Moh.Hatta, dan Mr.Ahmad Subardjo, diterima oleh Laksamana Maeda di ruang ini (Nishijima mengisahkan dia dan Subardjo bercakap-cakap di serambi depan, sedangkan Soekarno dan Hatta berada di kamar yang sekarang dikenal sebagai Ruang Pra-Proklamasi. Maeda kemudian turun dari lantai dua menemui Soekarno dan Hatta. Beberapa menit kemudian Subardjo dan Nishijima memasuki Ruang Pra-Proklamasi).
Ruang ini merupakan tempat peristiwa sejarah yang pertama dalam persiapan Perumusan Naskah Proklamasi. Setelah kembali dari Rengasdengklok tanggal 16 Agustus 1945, pukul 22.00 WIB (sekitar pukul 23.00 menurut kesaksian Shigetada Nishijima; juru bicara dan staf Pusat Penyelidikan Ekonomi dan Politik yang diketuai oleh Laksamana Tadeshi Maeda), Ir.Soekarno, Drs.Moh.Hatta, dan Mr.Ahmad Subardjo, diterima oleh Laksamana Maeda di ruang ini (Nishijima mengisahkan dia dan Subardjo bercakap-cakap di serambi depan, sedangkan Soekarno dan Hatta berada di kamar yang sekarang dikenal sebagai Ruang Pra-Proklamasi. Maeda kemudian turun dari lantai dua menemui Soekarno dan Hatta. Beberapa menit kemudian Subardjo dan Nishijima memasuki Ruang Pra-Proklamasi).
Note: Malam itu Soekarno, Hatta, dan Maeda sempat meninggalkan kediaman Maeda untuk menemui Mayor Jenderal Nishimura, Kepala Staf Umum Operasi Jepang di rumahnya. Pertemuan tidak berjalan baik. Kronik Revolusi Indonesia merekam sebagian percakapan antara Nishimura dan Hatta, sebagai berikut.
Nishimura: Mulai jam 13.00 tadi Jepang tak boleh mengubah status quo. Jadi tentara Jepang menjadi alat Sekutu. Sayang, Jepang tak bisa menolong para pemimpin Indonesia menyelenggarakan kemerdekaan.
Hatta: (Memperingatkan janji Jepang kepada Sukarno-Hatta-Radjiman lewat Jenderal Terauchi).
Nishimura: Tapi sekarang rapat PPKI terpaksa kami larang.
Hatta dkk.: Kalau Jepang tak bisa memenuhi janjinya, rakyat Indonesia sendiri yang akan memerdekakan dirinya. Jepang jangan menghalang-halangi.
Nishimura: Kami harus menghalangi terjadinya perubahan atas status quo.
Hatta dkk.: Apakah tentara Jepang akan menembaki Pemerintah Indonesia?
Nishimura: Apa boleh buat. Tapi sabarlah, Sekutu memperhatikan keinginan bangsa Indonesia. Kami terpaksa menjilat Sekutu.
Hatta: Apakah itu janji dan perbuatan samurai? Demi nasib yang kurang jelek? Hanya berani pada orang yang lemah? Kami akan menunjukkan, bagaimana samurai menghadapi suasana yang berubah.
Nishimura hanya menyetujui diadakannya 'jamuan minum teh'.
Maeda pulang diam-diam. Miyoshi tertegun-tegun dalam menerjemahkan. Sesudah itu mereka ke rumah Maeda (tiba sekitar pukul dua atau menurut kesaksian Nishijima).

HASIL SCAN TEKS PROKLAMASI TULISAN TANGAN BUNG KARNO
2. Ruang Perumusan Naskah Proklamasi Kemerdekaan Bangsa Indonesia
Ruang ini (ruang makan di kediaman Maeda) merupakan tempat dirumuskannya naskah proklamasi. Dini hari menjelang pukul 03.00 WIB, Soekarno, Hatta, dan Ahmad Subardjo memasuki ruang ini dan mengitari meja bundar, untuk merumuskan konsep naskah proklamasi. Soekarno yang menuliskan naskah proklamasi di atas secarik kertas, sedangkan Hatta dan Ahmad Subardjo yang menyumbangkan pikirannya secara lisan. Hal ini terlihat dari coretan-coretan yang ada.
Ruang ini (ruang makan di kediaman Maeda) merupakan tempat dirumuskannya naskah proklamasi. Dini hari menjelang pukul 03.00 WIB, Soekarno, Hatta, dan Ahmad Subardjo memasuki ruang ini dan mengitari meja bundar, untuk merumuskan konsep naskah proklamasi. Soekarno yang menuliskan naskah proklamasi di atas secarik kertas, sedangkan Hatta dan Ahmad Subardjo yang menyumbangkan pikirannya secara lisan. Hal ini terlihat dari coretan-coretan yang ada.
Ruang ini merupakan ruang pengesahan/penandatanganan naskah proklamasi. Konsep naskah proklamasi diutarakan oleh Soekarno kepada hadirin di ruang ini dan dibacakan secara perlahan-lahan, berulang-ulang, dan Beliau meminta persetujuan atas rumusan naskah proklamasi tersebut. Jawaban hadirin adalah setuju.
4. Ruang Pengetikan Naskah Proklamasi
Setelah persetujuan dari hadirin, Soekarno meminta agar Sayuti Melik (suami S.K.Trimurti) mengetik naskah proklamasi. Sayuti Melik mengetik naskah proklamasi di ruangan bawah tangga dengan ditemani oleh B.M.Diah.
Konsep naskah proklamasi diketik oleh Sayuti Melik dengan mengadakan perubahan tiga kata. 'Tempoh' menjadi 'tempo', kata-kata 'wakil-wakil bangsa Indonesia' berubah menjadi 'atas nama bangsa Indonesia', begitu juga dalam penulisan hari dan bulannya ('Djakarta, 17-8-05' menjadi 'Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05').

RUANG PENGETIKAN NASKAH PROKLAMASI
Setelah naskah proklamasi selesai diketik segera dibawa kembali ke ruang pengesahan/penandatanganan naskah proklamasi. Di ruang ini naskah proklamasi ditandatangani oleh Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia. Peristiwa ini berlangsung menjelang waktu subuh, hari Jumat, tanggal 17 Agustus 1945 bertepatan dengan bulan suci Ramadan.
Setelah naskah proklamasi ditandatangani, dibicarakan mengenai tempat pembacaan naskah proklamasi dan atas pertimbangan keamanan maka Soekarno mengumumkan bahwa pembacaan naskah proklamasi diadakan di halaman depan rumah kediamannya, Jalan Pengangsaan Timur no.56 (sekarang Gedung Perintis Kemerdekaan, Jl.Proklamasi), pukul 10.00 WIB.
Note: Ribuan rakyat membanjiri Lapangan Ikada karena pamflet yang diedarkan para pemuda menyebutkan pembacaan proklamasi dan upacara bendera akan dilakukan di sana. Ketika mengetahui upacara dilakukan di kediaman Bung Karno, rakyat berbondong-bondong menuju Jl.Pegangsaan Timur, namun ternyata Proklamasi Kemerdekaan telah selesai.

PATUNG DADA SUTAN SJAHRIR
PERISTIWA SEJARAH LAINNYA
Perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak hanya dilakukan secara fisik saja tetapi juga dengan cara diplomasi. Awal perjuangan diplomasi terjadi di gedung ini, yaitu pada 17 November 1945 diadakan pertemuan antara pihak Indonesia yang dipimpin oleh Perdana Menteri Sutan Sjahrir dan pihak Belanda yang dipimpin oleh H.J.Van Mook, sedangkan dari pihak Sekutu diwakili oleh Philip Christison.
Pada 7 Oktober 1946, atas jasa baik Inggris perundingan dilakukan lagi di gedung ini yaitu antara pihak Indonesia dan pihak Belanda. Pihak Indonesia diwakili oleh Sutan Sjahrir dan pihak Belanda oleh Willem Schermerhorn, sedangkan sebagai penengahnya adalah Lord Killearn.
Sumber: Brosur 'Museum Perumusan Naskah Proklamasi' dengan tambahan informasi (dalam bentuk 'note' maupun keterangan dalam tanda kurung) dari Kronik Revolusi Indonesia (Toer dkk., 1999) dan Konflik di Balik Proklamasi (Sularto dan Yunarti, 2010)
Note: Perabot-perabot di Museum Perumusan Naskah Proklamasi adalah replika
Note: Perabot-perabot di Museum Perumusan Naskah Proklamasi adalah replika
Alamat:
MUSEUM PERUMUSAN NASKAH PROKLAMASI
Jl. Imam Bonjol no.1
Jakarta 10310
MUSEUM PERUMUSAN NASKAH PROKLAMASI
Jl. Imam Bonjol no.1
Jakarta 10310
Telp. 021-3144 743
Fax. 021-3924 259
Fax. 021-3924 259
http://www.museumperumusannaskahproklamasi.com
Jam Kunjungan:Selasa - Kamis 08.00-16.00
Jumat 08.30-11.00; 13.00-16.00
Sabtu - Minggu 08.30-17.00
Jumat 08.30-11.00; 13.00-16.00
Sabtu - Minggu 08.30-17.00
Tiket:
Dewasa perorangan Rp 750
Rombongan dewasa Rp 250
Perorangan anak-anak Rp 250
Rombongan anak-anak Rp 100
Senin dan hari besar nasional libur
Dewasa perorangan Rp 750
Rombongan dewasa Rp 250
Perorangan anak-anak Rp 250
Rombongan anak-anak Rp 100
Senin dan hari besar nasional libur
Rabu, 02 Maret 2011
Social Networking
Social networking is the grouping of individuals into specific groups, like small rural communities or a neighborhood subdivision, if you will. Although social networking is possible in person, especially in the workplace, universities, and high schools, it is most popular online. This is because unlike most high schools, colleges, or workplaces, the internet is filled with millions of individuals who are looking to meet other people, to gather and share first-hand information and experiences about cooking, golfing, gardening, developing friendships or professional alliances, finding employment, business-to-business marketing and even groups sharing information about the end of the Mayan calendar and the Great Shift to arrive December 21-2012. The topics and interests are as varied and rich as the story of our world.When it comes to online social networking, websites are commonly used. These websites are known as social sites. Social networking websites function like an online community of internet users. Depending on the website in question, many of these online community members share common interests in hobbies, religion, or politics. Once you are granted access to a social networking website you can begin to socialize. This socialization may include reading the profile pages of other members and possibly even contacting them.
The friends that you can make are just one of the many benefits to social networking online. Another one of those benefits includes diversity because the internet gives individuals from all around the world access to social networking sites. This means that although you are in the United States, you could develop an online friendship with someone in Denmark or India. Not only will you make new friends, but you just might learn a thing or two about new cultures or new languages and learning is always a good thing.
As mentioned, social networking often involves grouping specific individuals or organizations together. While there are a number of social networking websites that focus on particular interests, there are others that do not. The websites without a main focus are often referred to as “traditional” social networking websites and usually have open memberships. This means that anyone can become a member, no matter what their hobbies, beliefs, or views are. However, once you are inside this online community, you can begin to create your own network of friends and eliminate members that do not share common interests or goals
As I’m sure you’re aware, there are dangers associated with social networking including data theft and viruses, which are on the rise. The most prevalent danger though often involves online predators or individuals who claim to be someone that they are not. Although danger does exist with networking online, it also exists in the real world, too. Just like you’re advised when meeting strangers at clubs and bars, school, or work — you are also advised to proceed with caution online.
By being aware of your cyber-surroundings and who you are talking to, you should be able to safely enjoy social networking online. It will take many phone conversations to get to know someone, but you really won’t be able to make a clear judgment until you can meet each other in person. Just use common sense and listen to your inner voice; it will tell you when something doesn’t feel right about the online conversations taking place.
Once you are well informed and comfortable with your findings, you can begin your search from hundreds of networking communities to join. This can easily be done by performing a standard internet search. Your search will likely return a number of results, including MySpace, FriendWise, FriendFinder, Yahoo! 360, Facebook, Orkut, and Classmates.
Langganan:
Komentar (Atom)




